Friday, January 23, 2015

Bank Indonesia Wanti-wanti Pergerakan Rupiah

(c) Bisnis Indonesia -


Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sederet ekonom, baik dari dalam maupun luar negeri, kini giliran Bank Indonesia (BI) yang mewanti-wanti beratnya tahun ini bagi pergerakan nilai tukar rupiah.
Kendati tak menyebutkan kisaran nilainya, Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan sejumlah pemicu utama penekan rupiah datang dari kondisi eksternal, yakni prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat atau fed funds rate yang dipastikan terjadi tahun ini, kontraksi pertumbuhan ekonomi China, serta penurunan harga minyak dunia. “Dolar AS akan cenderung menguat. Tentunya ini akan berdampak bagi Indonesia dan untuk itu saya meyakini kondisi eksternal perlu khusus kita perhatikan,” tuturnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu rupiah melemah terhadap dolar AS di antara mata uang Asia Pasifik yang mayoritas justru menguat.Bloomberg Dollar Index mencatat rupiah terdepresiasi 0,28% menjadi Rp12.590 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah berdasarkanJakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) ditetapkan pada level Rp12.593 atau menguat 24 poin dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Adapun sepanjang tahun lalu, rupiah tercatat melemah sekitar 9% dari posisi penutupan terkuat, yakni Rp11.289. Jelang tutup tahun, rupiah terdepresiasi ke level Rp12.725 dan nyaris menyentuh Rp13.000 per dolar AS. Di sisi lain, pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar sebesar Rp12.200 per dolar AS dalam RAPBNP 2015.

Ekonom menilai asumsi itu terlalu optimistis mengingat fundamental perekonomian belum kokoh dan gejolak perekonomian global yang masih mengintai. Mayoritas ekonom dan analis memproyeksikan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp12.500-Rp13.000 per dolar sepanjang 2015.
Agus menambahkan perbaikan ekonomi di Negeri Paman Sam mengindikasikan bahwa kondisi tersebut kian mendekati apa yang selama ini ditargetkan oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve.
Di sisi lain negara maju di kawasan Eropa serta Jepang justru tengah berjuang melawan perekonomian yang melembam dengan guyuran stimulus moneter. Disparitas inilah yang diyakini mengungkit dolar dan menjadikannya cenderung kuat sepanjang 2015.

Perlemahan ekonomi China dan anjloknya harga minyak membuat situasi kian berat. Koreksi pertumbuhan ekonomi Negeri Panda yang diproyeksikan hanya sampai ke level 7,2% disinyalir akan ikut membebani pergerakan nilai tukar. Pasalnya China adalah salah satu rekan dagang terbesar Indonesia. Perlambatan ini otomatis menggerus permintaan dan pada gilirannya ikut melemahkan kegiatan ekonomi dalam negeri.

Belum lagi depresiasi harga minyak mentah dunia sebesar lebih dari 50% sejak medio 2014 juga turut merontokkan harga komoditas lainnya. Padahal, ekspor Indonesia bertumpu pada komoditas mentah.
“Tadinya kita perkirakan di tahun 2015 komoditi tidak terlalu menurun lagi, tapi berdasarkan analisa pasar future (berjangka) komoditi utama justru makin tertekan pada 2015,” ungkap Agus. Kondisi tersebut akan sangat berpengaruh pada fundamental perekonomian domestik, utamanya soal neraca perdagangan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan defisit neraca perdagangan November 2014 mencapai US$425,7 juta. Terkait hal tersebut, Agus mengatakan BI memandang neraca Desember akan lebih positif seiring menurunnya importasi migas dan ekspor nonmigas yang kembali menguat.  

OJK Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

(c) Bisnis Indonesia, Ilustrasi
 
Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Nelson Tampubolon meminta industri perbankan dalam rencana bisnis bank (RBB) bank untuk mengupayakan penurunan suku bunga kredit pada tahun ini. "Kalau sudah ada di RBB, kami mau mereka komitmen untuk turunkan bunga kredit," katanya, Selasa (20/1/2015).

Dalam upaya penurunan suku bunga kredit, lanjutnya, industri perbankan masih mengalami kesulitan karena tingginya dana pihak ketiga. "Kami lagi meminta mereka untuk konsen menurunkan suku bunga pada DPKnya terutama yang deposito. Tapi kalau suku bunga deposito turun, bunga kredit juga harus turun," ujar Nelson. Dia mengakui bank-bank besar masih menjadi leader market industri perbankan di Indonesia sehingga pihaknya berharap sejumlah bank tersebut dapat menurunkan bunga kredit.

OJK meminta agar bank rela menurunkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang saat ini terbilang tinggi di level 4,5% di kawasan Asian Tenggara agar bunga kredit tetap terjangkau bagi masyarakat. "Suku bunga ini harus turun jadi marginnya enggak meningkat. Bank harus perbesar penyaluran kredit," ucap Nelson. Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Glen Glenardi menuturkan suku bunga kredit akan diturunkan sebesar 25 basis poin (bps) dan bisa lebih besar untuk kredit yang memiliki risiko tinggi. "Saya pikir bunga harus turun," katanya.

Bukopin berharap tingkat biaya dana tahun ini akan stabil, melanjutkan tren di akhir 2014 di mana tingkat bunga deposito turun akibat kebijakan pembatasan bunga deposito yang dilakukan OJK.
Bunga deposito mengalami penurunan di akhir 2014 sehingga tahun ini bank punya peluang menurunkan suku bunga kredit.

Thursday, January 22, 2015

Sepeda Terjangkau, Asyik, Kualitas Internasional


Mimpi punya sepeda berkualitas? Sekarang kami menyediakan sepeda Poligon Tipe Broadway 2.0.

Poligon Broadway 2.0 merupakan sepeda terbaru keluaran Poligon. Broadway 2.0 disempurnakan dari model sebelumnya yaitu 1.0, dengan selisih harga kurang dari 1 juta rupiah anda sudah memperolah sepeda dengan perbaikan kualitas. Broadway 2.0 sangat cocok digunakan dijalanan yang tidak rata alias mountain trail.

Broadway 2.0 dilengkapi dengan double shock absorber di bagian depan dan tengah. Hal ini akan menambah kenyamanan anda dalam berkendara. Broadway 2.0 juga mempunyai berat yang sangat ringan, hal tersebut membuat anda semakin nyaman bersepeda.

Tunggu apalagi, segera dapatkan sepeda Poligon Broadway 2.0 di toko kami. Tersedia fasilitas pembiayan bagi anda hasil kerja sama kami dengan Adira Finance:

Kunjungi segera Toko sepeda “LAREES MAKMUR” sendiri membuka usaha secara riil di Jl. A. Yani 60 A – B, Kedungsari, Ndekil, Magelang Utara, Kota Magelang.

Photography is my passion, and I love writting.

(c) Left-Handed Toons

Mahasiswa sering diasosiasikan dengan siswa yang punya banyak waktu luang. Padahal kalau kita liat beban SKS itu waktu seminggu bakalan kurang buat belajar. Kalau kita ambil 21 sks, rincian 50 menit tatap muka, 50 menit tugas mandiri, 50 menit diskusi maka 1 SKS = 150 menit setiap minggunya, kalau 21 sks = 150*21 = 3.150 menit setiap minggu. Tapi yang nyata terjadi adalah banyak waktu luang, karena yang dilakukan hanya berangkat ke kampus, tugas pikir terakhir.

Waktu luang itu dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Ada yang mengisi waktu itu dengan hobinya, ada juga yang buat pacaran, ada yang buat ngaji, ada yang nge-game, dan berbagai macam kegiatan lainnya. Kalau saya pribadi fotografi merupakan pilihan pertama. Berhubung waktu yang tersedia juga tidak terlalu banyak, paling satu minggu satu kali. Sekali pergi hunting foto bisa memakan waktu berjam-jam, dan hal itu tidak membuat bosan.

Paling senang ketika kita melakukan editing  atas hasil foto tadi, apalagi kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Lokasi yang paling sering saya kunjungi untuk hunting foto adalah Yogyakarta, karena banyak sekali lokasi yang mempunyai pemandangan, maupun kegiatan yang menarik.

(c) Indra Kurniawan - Pantai Indrayanti - 2015
Selain fotografi saya sebenarnya suka menulis--apa pun itu--namun sudah beberapa tahun terakhir saya tidak sempat melakukan hal tersebut. Beban kuliah dan juga pekerjaan yang cukup tinggi menjadi beberapa alasan tidak menulis lagi.

Saturday, December 27, 2014

Analisa E-Commerce

G. 01 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang

Saya mencoba untuk mengevaluasi website yang dimiliki oleh kampus Universitas Muhammadiyah Magelang khususnya yang dimiliki oleh Fakultas Ekonomi. Sebagai salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa yang cukup signifikan, sudah selayaknya Fakultas Ekonomi mempunyai sarana komunikasi yang cukup mumpuni. Penetrasi internet yang setiap hari semakin meningkat setidaknya membuat kepemilikan website atau sarana komunikasi online bertambah penting.

G. 02(c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
Berikut adalah analisa lengkap terkait dengan website yang miliki oleh Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Magelang:
  1. Tanda nomer satu menandakan bahwa hampir setiap link atau tautan yang berada di website FE UMM tidak berfungsi. Ketika link atau tautan pada nomer satu tersebut diklik yang akan muncul adalah halaman yang menyatakan bahwa halaman tersebut tidak ditemukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa fungsionalitas web tersebut sangat minimal.
  2. Tanda nomer dua menunjukkan terdapat bagian yang belum selesai dikerjakan. Bagian tersebut seharusnya berisi suatu informasi, namun karena suatu alasan tidak terdapat konten pada bagian tersebut.
  3. Tanda nomer tiga menunjukkan fungsi penghitung pengunjung halaman. Sebenarnya konsep penghitung kunjungan tersebut sudah sangat kuno, dan justru menunjukkan kelemahan web FE UMM. Bayangkan saja dalam jangka waktu satu bulan web FE hanya dikunjungi oleh 99 orang.
    G. 03 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
  4. Kasus nomer 4 hampir sama dengan kasus pertama yaitu tautan yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Ketika tautan tersebut kita klik yang muncul adalah halaman seperti pada gambar G.04
  5. Kasus nomer 5 hanya kurangnya informasi yang terdapat pada bagian tersebut. Sebenarnya pada bagian tersebut dapat diisi dengan informasi yang lebih bermanfaat dan dinamis.
  6. Kasus nomer 6 sama dengan kasus nomer 4 dan 1 yaitu tautan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketika tautan tersebut kita klik yang muncul adalah halaman seperti pada gambar G.04
  7. Fungsi pendaftaran tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Ketika kita mencoba untuk melakukan daftar maka yang muncul hanyalah halaman seperti pada gambar G.04
  8. Fungsi nomer juga tidak berfungsi seperti yang seharusnya, karena ketika kita buka yang muncul hanyalah halaman dengan isi seperti pada gambar G.04
    G.04 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
  9. Fungsi 9 sebenarnya cukup penting namun saya meragukan fungsionalitasnya dan juga alur penanganan setelah formulir tersebut diisi. Apakah terdapat tindakan lebih lanjut terkait dengan hal tersebut.
  10. Permasalahan ke-sepuluh yang saya temui adalah waktu akses website yang sangat lama. Secara kuntitatif kecepatan untuk membuka website FE UMM adalah 7 detik. Namun, dengan menggunakan koneksi yang dimiliki oleh orang Indonesia rata-rata kecepatan yang didapat jauh lebih lama.
    G.06 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
  11. Web FE UMM sendiri diletakkan di jaringan yang dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Disatu sisi mereka memang merupakan salah satu pemain yang besar di bidang ICT, namun dalam bidang hosting mereka bukannya market leader. Biaya hosting yang dikenakan oleh PT Telkom jauh lebih mahal dengan kuota yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penyedia yang lainnya.
    G.05 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
  12. Sebenarnya web FE UMM mempunyai komponen yang cuup ringan. Hanya terdapat 45 objek saja. Bandingkan dengan website-website besar lainnya yang bisa mempunyai komponen sebanyak ratusan, namun tetap bisa berlari kencang. Saya menilai bahwa pengembang web FE UMM belum mempunyai pengalaman, dan menggunakan teknologi yang abal-abal.
    G.07 (c) FE Universitas Muhammadiyah Magelang
Setelah memaparkan sedikit tentang kekurangan yang dimiliki web FE UMM, saya memberikan kesimpulan bahwa sebenarnya website tersebut sangat tidak layak untuk ditampilkan ke publik. Web sebenarnya merupakan salah satu media yang penting dan strategis untuk melakukan komunikasi dengan civitas akademik di lingkungan FE UMM. Namun, dengan posisi seperti itu dan fungsionalitas yang dapat saya katakan hanya asal hidup menunjukkan bahwa terdapat ketidakseriusan dari pihak pengelola.