Sunday, October 19, 2014

Pemerintahan Elektronik

(c) Pemerintah Kota Magelang

Pemerintahan elektronik atau e-government (berasal dari kata Bahasa Inggris electronics government, juga disebut e-gov, digital government, online government atau dalam konteks tertentu transformational government) adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.  

e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik. 

Disamping prestasi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintah yang lebih baik sejak reformasi, tentunya penerapan e-government ini dapat memberikan tambahan manfaat yang lebih kepada masyarakat: 
  1. Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara; 
  2. Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN); 
  3. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang # dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari; 
  4. Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan; 
  5. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada; Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis. 
sumber: Wikipedia

Business to Consumer

idEA Member
idEA Members

B2C merupakan bagian dari e-commerce yang biasanya digunakan untuk bertransaksi atau melakukan aktivitas jual beli secara langsung. B2C salah satu model ecommerce yang muncul untuk membantu suatu perusahaan dan konsumen untuk dapat bertransaksi secara elektronik/digital dimana saja dan kapan saja dalam nilai nominal yang tidak besar. Secara garis besar type-type pelayanan B2C terbagi 3 yaitu: Auction Stores, Online Stores, Online Services.

Di Indonesia sendiri perusahaan yang bergerak di bidang B2C dalam e-commerce sudah mulai berkembang dengan pesat. Beberapa contohnya adalah:
Lazada.co.id
(c) http://blog.lazada.co.id/mengulik-sejarah-jejak-perjalanan-lazada-indonesia/
Lazada merupakan salah satu pelaku e-commerce di Indonesia yang cukup disegani walaupun umurnya yang relatif muda. Lazada Indonesia sendiri didirikan pada tahun 2012.

Zalora.co.id
(c) PT Fashion Marketplace
Zalora merupakan perusahaan saudara dari Lazada. Mereka dikendalikan oleh entitas yang sama, yaitu Rocket Internet, sebuah perusahaan yang berasal dari Jerman. Zalora sendiri menyasar segmen yang relatif berbeda dengan saudaranya. Zalora berfokus pada bisnis fashion.

Bhinneka.com
(c) PT Bhinneka Mentari Dimensi
Bhinneka sendiri merupakan salah satu pemain e-commerce yang cukup senior di Indonesia. Operasi bhinneka di Indonesia dimulai pada tahun 1990-an, tepatnya pada tahun 1995 di Jakarta. Bhinneka merupakan salah satu penggagas toko online komputer dan peralatannya pada tahun itu. Sekarang Bhinneka.com melebarkan sayapnya dengan memasuki barang-barang elektronik, dan juga rumah tangga.

tiket.com
(c) PT Global Tiket Network
tiket.com dikelola dan dioperasikan oleh PT Global Tiket Nerwork mulai tahun 2011. Hanya dalam waktu 3 tahun, tiket.com mampu menjadi salah satu pemain utama di bisnis online tiket di Indonesia.
Pada awalnya tiket.com hanya berfokus pada penjualan tiket pesawat udara saja, namun seiring berkembangnya waktu, tiket.com mulai merambah tiket kereta api, hotel, dan event.

Indonesia sendiri sudah memiliki wadah atau asosiasi pelaku e-commerce yang disebut sebagai idEA (Indonesia E-Commerce Association). idEA resmi didirikan pada bulan Mei 2012 di Jakarta. Penggagas idEA terdiri dari 10 perusahaan besar e-commerce Indonesia, yaitu : Berniaga.com, Bhinneka.com, BliBli.com, DealGoing.com, Gramedia.com, Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com dan Tokopedia.com.

Saturday, October 11, 2014

B2B: Business-to-Busines

Bisnis-ke-bisnis (Business-to-business) adalah transaksi komersial antara pelaku bisnis, misalkan antara perusahaan perakitan dan perusahaan distribusi. B2B ini adalah salah satu jenis pemasaran. Asal kata ini dipakai untuk komunikasi elektronik antara pelaku bisnis atau perusahaan sebagai pembeda dengan komunikasi para konsumen produk. Pada awalnya istilah ini digunakan untuk industri dan pemasaran barang modal saja, namun saat ini dipakai untuk mendeskripsikan semua produk barang dan jasa yang digunakan oleh perusahaan.

Definisi istilah B2B dan B2C adalah bentuk pendek untuk Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). Keduanya menggambarkan proses alami dalam pemasaran barang dan jasa. Jika produk dan jasa  B2B dijual dari satu perusahaan ke perusahaan lain, produk B2C dijual dari perusahaan ke pengguna akhir. Hampir semua produk B2C bisa menjadi produk B2B, produk B2B sangat sedikit digunakan oleh konsumen. Misal : kertas toilet, produk B2C yang khas, merupakan produk B2B jika dibeli dalam jumlah besar oleh hotel untuk toilet dan kamar. Namun, hanya sedikit orang yang akan membeli excavator untuk penggunaan pribadi mereka kecuali berupa mainan anak-anak. Sebagian besar produk B2B dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi mereka sendiri, memproduksi barang dan jasa yang akan dijual. 

Produk dengan nilai tambah yang diproduksi dapat dijual kepada perusahaan lain atau kepada konsumen.Setiap produk yang sampai kepada konsumen telah melalui berbagai proses penambahan nilai sebelum dibeli oleh pengguna akhir. Sejumlah pemasok dari berbagai industri akan berkontribusi pada produk jadi. Misalnya, sekaleng minuman ringan akan memerlukan perusahaan yang berbeda untuk menyediakan kaleng, air, gula, bahan-bahan lain, label-percetakan, pengemasan, transportasi, dan cat untuk pencetakan. Hanya transaksi yang terakhir dalam rantai penjualan / pembelian merupakan hubungan B2C.

Dalam hal risiko, produk B2B umumnya dipandang memiliki risiko yang dirasakan lebih tinggi dibandingkan dengan produk B2C karena nilai setiap transaksi lebih tinggi. Misal: membeli mesin dapat biaya $ 2 juta dibandingkan dengan tube pasta gigi yang akan menelan biaya hanya $ 2. Namun dalam kenyataannya, tingkat risiko dalam hal perawatan, bisa cukup mirip sesuai pada sifat dari produk. Sebuah mesin rusak mirip dengan tabung pasta gigi yang terkontaminasi dapat membawa kerugian besar bagi pengguna masing-masing. Namun, karena jumlah pembelian, pembeli produk B2B cenderung lebih fokus pada proses evaluasi dan seleksi

Pasar Elektronik

E-business bukan lagi merupakan jual-beli melalui jaringan internet, namun merupakan proses bisnis perusahaan yang dilakukan melalui jaringan internet. Internet bukan hanya lagi merupakan display toko atau katalog online, namun juga digunakan sebagai pemrosesan transaksibacklog, procurement, serta customer relationship.Dalam E-Business bukan hanya pembelian dan penjualan barang dan jasa saja, tetapi juga melayani pelanggan, berkolaborasi dengan mitra bisnis, mengadakan e-learning dan melakukan transkasi elektronik di dalam suatu organisasi. Ada 9 kuadran yang merupakan segmentasi pasar dari e-bisnis, antara lain : C2C, C2B, C2G, B2B, B2C, B2G, G2G, G2B, G2C.

C2C (Consumer to Cosumer)Dapat digambarkan sebagai pasar dari consumer to consumer dimana pembeli dan penjual melakukan transasksi dengan saling menukarkan barang dagangannya yang dahulu dikenal dengan sistem barter. Yang saat ini dapat dikatakan transaksi yang terjadi antara konsumen dengan konsumen lewat sarana elektronik. Contoh :
  • Lelang online
  • Ruang iklan online
  • Komunitas online:
  • Newsgroup
  • chatroom
C2B (Consumer to Business)Konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut. Bisa juga dikatakan bahwa sarana elektronik untuk mengadakan interaksi pelanggan (customer) dan pelaku bisnis (business).

C2G (Citizens to Government)Interaksi antara penduduk / warga dengan pihak pemerintah dalam kaitan hubungannya sebagai bagian dari suatu pemerintahan.
B2B (Business to Business)Bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain menggunakan media Internet.

B2C (Business to Consumer)Bagian dari e-commerce yang biasanya digunakan untuk bertransaksi atau melakukan aktivitas jual beli secara langsung. B2C salah satu model ecommerce yang muncul untuk membantu suatu perusahaan dan konsumen untuk dapat bertransaksi secara elektronik/digital dimana saja dan kapan saja dalam nilai nominal yang tidak besar.Secara garis besar type-type pelayanan B2C terbagi 3 yaitu: Auction Stores, Online Stores, Online Services.

B2G (Business to Government)Interaksi hubungan antara pihak pengusaha dengan pihak pemerintah. Dalam kaitannya dengan hubungan bisnisnya. (Online payment dengan institusi pemerintah untuk pembayaran, perijinan, bea&cukai, PPNBM, Pajak dll)

G2G (Government to Government)G2G memudahkan penyelenggara pemerintahan lokal untuk mendapatkan data dari partnernya (misalnya pemerintah lokal yang lain).Dalam kategori ini menangani masalah layanan antar instansi pemerintah dan/atau antar negara.

Pada umumnya aplikasi jenis G2G bekerja di atas satu jaringan data yang disebut sebagai intranet yaitu jaringan data yang digunakan untuk keperluan internal instansi pemerintah.
Beberapa contoh aplikasi G2G antara lain :
  • Koordinasi dan Konsolidasi Anggaran
  • Koordinasi Kepegawaian
  • Koordinasi Kegiatan Bidang Ekonomi
  • Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan

G2B (Government to Business)G2B mengurangi beban kerja pengontrolan bisnis (misalnya pelaporan keuangan perusahaan pada pemerintah, penghitungan pajak, dan sebagainya) dengan cara menghilangkan duplikasi pengumpulan data.Beberapa contoh aplikasi G2B antara lain :
  • Pembayaran Pajak.
  • Perijinan Usaha.
  • Pengadaan Barang dan Jasa (eProcurement).

G2C (Government to Citizens)G2C membangun fasilitas satu pintu yang mudah ditemui dan mudah digunakan untuk semualayanan pemerintahan kepada warga negara. Dalam arti jika infrastruktur dan tingkat pendidikan masyarakat telah maju, maka G2C akan sangat mempermudah urusan kenegaraan. Dalam kategori ini menangani masalah yang berkaitan dengan layanan masyarakat luas, baik warga negara Indonesia maupun warga