Friday, January 23, 2015

OJK Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

(c) Bisnis Indonesia, Ilustrasi
 
Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Nelson Tampubolon meminta industri perbankan dalam rencana bisnis bank (RBB) bank untuk mengupayakan penurunan suku bunga kredit pada tahun ini. "Kalau sudah ada di RBB, kami mau mereka komitmen untuk turunkan bunga kredit," katanya, Selasa (20/1/2015).

Dalam upaya penurunan suku bunga kredit, lanjutnya, industri perbankan masih mengalami kesulitan karena tingginya dana pihak ketiga. "Kami lagi meminta mereka untuk konsen menurunkan suku bunga pada DPKnya terutama yang deposito. Tapi kalau suku bunga deposito turun, bunga kredit juga harus turun," ujar Nelson. Dia mengakui bank-bank besar masih menjadi leader market industri perbankan di Indonesia sehingga pihaknya berharap sejumlah bank tersebut dapat menurunkan bunga kredit.

OJK meminta agar bank rela menurunkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang saat ini terbilang tinggi di level 4,5% di kawasan Asian Tenggara agar bunga kredit tetap terjangkau bagi masyarakat. "Suku bunga ini harus turun jadi marginnya enggak meningkat. Bank harus perbesar penyaluran kredit," ucap Nelson. Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Glen Glenardi menuturkan suku bunga kredit akan diturunkan sebesar 25 basis poin (bps) dan bisa lebih besar untuk kredit yang memiliki risiko tinggi. "Saya pikir bunga harus turun," katanya.

Bukopin berharap tingkat biaya dana tahun ini akan stabil, melanjutkan tren di akhir 2014 di mana tingkat bunga deposito turun akibat kebijakan pembatasan bunga deposito yang dilakukan OJK.
Bunga deposito mengalami penurunan di akhir 2014 sehingga tahun ini bank punya peluang menurunkan suku bunga kredit.

No comments: