![]() |
| (c) Bisnis Indonesia, Ilustrasi |
Bisnis.com,
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan
Nelson Tampubolon meminta industri perbankan dalam rencana bisnis bank
(RBB) bank untuk mengupayakan penurunan suku bunga kredit pada tahun
ini. "Kalau sudah ada di RBB, kami mau mereka komitmen untuk turunkan bunga kredit," katanya, Selasa (20/1/2015).
Dalam
upaya penurunan suku bunga kredit, lanjutnya, industri perbankan masih
mengalami kesulitan karena tingginya dana pihak ketiga. "Kami
lagi meminta mereka untuk konsen menurunkan suku bunga pada DPKnya
terutama yang deposito. Tapi kalau suku bunga deposito turun, bunga
kredit juga harus turun," ujar Nelson. Dia mengakui bank-bank besar masih menjadi leader market industri perbankan di Indonesia sehingga pihaknya berharap sejumlah bank tersebut dapat menurunkan bunga kredit.
OJK
meminta agar bank rela menurunkan margin bunga bersih atau net interest
margin (NIM) yang saat ini terbilang tinggi di level 4,5% di kawasan
Asian Tenggara agar bunga kredit tetap terjangkau bagi masyarakat. "Suku bunga ini harus turun jadi marginnya enggak meningkat. Bank harus perbesar penyaluran kredit," ucap Nelson. Direktur
Utama PT Bank Bukopin Tbk. Glen Glenardi menuturkan suku bunga kredit
akan diturunkan sebesar 25 basis poin (bps) dan bisa lebih besar untuk
kredit yang memiliki risiko tinggi. "Saya pikir bunga harus turun," katanya.
Bukopin
berharap tingkat biaya dana tahun ini akan stabil, melanjutkan tren di
akhir 2014 di mana tingkat bunga deposito turun akibat kebijakan
pembatasan bunga deposito yang dilakukan OJK.
Bunga deposito mengalami penurunan di akhir 2014 sehingga tahun ini bank punya peluang menurunkan suku bunga kredit.

No comments:
Post a Comment